RSS

Pengakuan terhadap Pemberontak (Belligerency)

18 Apr

Bila di suatu negara terjadi pemberontakan dan pemberontakan tersebut telah memecah belah kesatuan nasional dan efektivitas pemerintahan maka keadaan ini menempatkan negara-negara ketiga dalam keadaan yang sulit terutama dalam melindungi berbagai kepentingannya di negara tersebut. Dalam keadaan ini lahirlah sistem pengakuan belligerncy. Negara-negara ketiga dalam sikapnya membatasii diri dan hanya sekedar mencatat bahwa para pemberontak tidak kalah dan telah menguasai sebagian wilayah nasional dan mempunyai kekuasaan secara fakta. Bentuk pengakuan ini telah dilakukan beberapa kali di masa lampau oleh Amerika Serikat da juga Inggris. Contoh yang paling dikenal adalah pengakuan belligerency yang diberikan kepada orang-orang selatan di Amerika Serikat pada waktu perang saudara oleh Perancis dan Inggris.

Historis:

13 Koloni Amerika memisahkan diri dari Inggris pada taggal 4 Juli 1776. Kemudian Perancis mengakui koloni-koloni tersebut tanggal 6 Pebruari 1778 agar dapat membantu mereka. Kebijaksanaan Perancis tersebut dianggap Inggris sebagai casus belli. Waktu itu  dalam hukum internasional belum ada belligerency.

Permulaan abad 19, koloni-koloni Spanyol memberontak dengan memproklamasikan kemerdekaannya. Inggris dan Perancis mengakui pemberontak sebagai belligerent.

Puncak aplikasi: Perang Amerika Serikat (1861-1865).

  1. Negara-negara bagian selatan, dengan ibukota Richmond, dengan pemerintahan di bawah pimpinan Jefferson Davis, dan Angkatan Bersenjata yang dikepalai Jenderal Lee, tanggal 4 Pebruari 1861 menyatakan diri berpisah dari Pemerintah Federal.
  2. Pemerintah tandingan ini diakui sebagai negara oleh negara-negara Eropa tetapi hanya sebagai belligerent terutama oleh Perancis dan Inggris.
  3. Mulai saat itu berkembanglah pengertian belligerency dalam hukum internasional.

Pengertian Pengakuan Belligerency

Pengakuan belligerency berarti:

  1. Memberikan kepada pihak yang memberontak hak-hak dan kewajiban suatu negara merdeka selama berlangsungnya peperangan.
  2. Angkatan perangnya adalah kesatuan yang sah sesuai dengan hukum perang dan bukan para pembajak.
  3. Peperangan antara pihak harus sesuai dengan hukum perang.
  4. Kapal-kapal perangnya adalah kapal-kapal yang sah dan bukan bajak laut.
  5. Blokade-blokade yang dilakukannya di laut harus dihormati oleh negara-negara netral.
  6. Di lain pihak, pemerintah yang memberontak tersebut tidak dapat merundingkan perjanjian-perjanjian internasional, tidak dapat menerima dan mengirim wakil-wakil diplomatik dan hubungan dengan negara-negara lain hanya bersifat informal. Pemerintah tersebut tidak dapat menuntut hak-hak dan kekebalan-kekebala bidang internasional. Ia merupakan subjek hukum internasional dalam bentuk terbatas, tidak penuh dan bersifat sementara.
  7. Sebagai akibat pengakuan belligerency oleh negara-negara ke-3, negara induk dibebaskan dari tanggungjawab terhadap negara ke-3 tersebut sehubungan dengan perbuatan-perbuatan kelompok yang memberontak.
  8. Bila negara induk memberikan puka pengakuan belligerency kepada pihak yang memberontak, ini berarti kedua pihak harus melakukan perang dengan hukum perang. Dalam hal ini, pihak ke-3 tidak boleh ragu-ragu lagi dalam memberikan pengakuan yang sama.
  9. Pengakuan belligerency ini bersifat terbatas dan sementara seperti halnya selama berlangsung perang tanpa memperhatikan kelompok yang memberontak itu akan kalah atau menang dalam peperangan.
  10. Dengan pengakuan belligerency ini negara-negara ke-3 akan mempunyai hak-hak dan kewajiban sebagai negaranetral dan pengakuan belligerency ini terutama diberikan karena alasan humaniter.
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 18 April 2011 in Tak Berkategori

 

2 responses to “Pengakuan terhadap Pemberontak (Belligerency)

  1. satria

    3 Mei 2011 at 13:51

    mas niam, saya minta ijin kopas tulisan anda ya,
    dan saya ingin bertanya tentang pengertian pengakuan belligerent itu sumbernya dari mana ya? atau anda punya referensi buku tentang belligerent tolong saya dikasih tau…
    soalnya saya juga sedang ambil skripsi tentang belligerent…
    tolong di balas ya mas. terimakasi sebesar-besarnya.

     
    • kakniam

      5 Mei 2011 at 10:21

      iya, sama2..
      tulisan saya itu berasal dari buku Dr. Boer Mauna yang berjudul hukum internasional..
      tapi jika ingin lebih lengkap membahas tentang belligerent bisa cari di buku hukum humaniter

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: