RSS

Contoh Kasus Persona Non Grata

18 Apr

Berikut ini adalah contoh-conoth lain pernyataan persona non-grata yang terjadi di berbagai kawasan:[1]

  • Akhir Januari 1988, Selandia Baru menyatakan Dubes Uni Sovuet Vsevold Safinski persona non-grata karena memberikan dana kepada parta politik pro-Uni Soviet.
  • Pada bulan Februari 1977, Norwegia mengusir enam diplomat Uni Soviet dan sebagai balasannya Uni Soviet menusir seorang diplomat dan menolak masuknya kembali seorang diplomat Norwegia yag lain ke posnya di Moskow.
  • Akhir Januari 1980, Kanada mengusir tiga personel militer Kedutaan Besar Uni Soviet dan sebagai balasannya negara tersebut mengusir Atase militer Kanada di Moskow.
  • Pada tanggal 18 Desember 1979 Kementrian Luar Negeri AS mengumumkan pengusiran 183 anggota staf diplomatik Iran dalam waktu lima hari. Tindakan tersebut diambil sebagai balasan dari pendudukan Kedutaan Besar AS di Teheran da penyanderaan para diplomatnya. Pelaksanaan tindakan pengusiran tersebut tidak seluruhnya terjadi karena hanya 51 orang yang betul-betul berangkan, 77 orang tidak diketahui kemana perginya, 40 orang mendapatkan status baru dan diizinkan tinggal di AS da 15 lainnya dalam pertimbangan sambil menunggu status final.
  • Pada tanggal 4 Mei 1980, Kementrian Luar Negeri Asmengumumkan pengusiran empat diplomat Libya untuk meninggalkan AS dalam waktu 72 jam karena melakukan tindakan intimidasi terhadap para pembangkan Libya di AS.
  • Pada tanggal 22 Maret 2001, AS mengusr 51 orang diplomat Rusia dengan alasan spionase[2] dan tindakan tersebut langsung dibalas oleh Rusia dengan mengusir 50 diplomat AS.[3]
  • Pada bulan Maret 2003, 2 orang diplomat senior Iraq di PBB, Nazih Abdul Latif Rahman dan Yehia Nacem Sauood diusir dari PBB karena dituduh melakukan kegiatan spionase. Sehubungan dengan itu, AS mendekati tidak kurang dari 60 negara untuk mengusir diplomat-diplomat Iraq dari negara mereka.[4]
  • Pengusiran lain yang terjadi adalah pada bulan Maret 2004. Pangeran Said Faisal, Menlu Saudi Arabia, mengusir Duta Besar Libya di Riyadh dan menarik Duta Besar Saudi Arabia di Tripoli. Alasan pengusiran ialah Arab Saudi menuduh Muammar Qaddafi, pemimpin Libya, merencanakan membunuh Pangeran Mahkota Abdullah. Namun Kedubes Saudi Arabia di Tripoli dan Kedubes Libya di Riyadh tetap dibuka.[5]

Di Indonesia, kasus pengusiran ini juga pernah terjadi. Pada tanggal 8 februari 1982 Asisten Atase Militer di Kedutaan Besar Uni Soviet Kol. Sergei Egarov tertangkap basah karena melakukan jual beli dokumen-dokumen rahasia terutama mengenai kemaritiman. Ia ditangkap di Jalan Pemuda dan melibatkan seorang perwira ABRI Let. Kol. Soesdaryanto. Sehubungan dengan itu kepala perwakilan Aeroflot di Jakarta ditahan oleh Kopkamtib.[6]

Demikianlah, apapun alasan yag dipakai untuk mem-persona non-grata-kan seorang diplomat apakah atas dasar spionase, konspirasi, ancaman keamaan, penyalahgunaan hak-hak istimewa dan lain-lainnya, selalu dilaksanakan sesuai modalitas dan prosedur yang ditetapkan oleh negara penerima. Sebagaimana ditunjukkan pengalaman, dalam persoalan persona non-grata ini kedaulatan negara penerima dalam kasus apapun selalu dihormati oleh negara pengirim.


[1] Gerhard Von Glahn, op.cit, p. 438-439.

[2] International Herald Tribune, March 23, 2001.

[3] Kompas, 24 Maret 2001.

[4] International Herald Tribune, March 7, 2003.

[5] International Herald Tribune, December 24, 25, 26, 2004.

[6] Kompas, 21 November 1997.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 April 2011 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: