RSS

Perusahaan Multinasional

22 Apr

Semenjak bebarapa dekade ini,masyarakat internasional memberikan perhatian khusus terhadap peranan perusahaan-perusahaan multinasional ayau multinational corporations (MNCs) yang memiliki kantor pusat di suatu negara dan melakukan kegiatan-kegiatannya di wilayah banyak negara. Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan transnasional dan multinasional ini bisa menjadi fokus kontroversi karena kekuatan ekonominya atau kadang-kadang kekuatan politiknya,mobilitas dan kompleksitas kegiatan usahanya serta kesukaran-kesukaran yang ditimbulkannya pada negara setempat atau negara asalnya berusaha untuk menjalankan kekuasaan hukum atas perusahaan-perusahaan tersebut.

Perlu digarisbawahi perusahaan-perusahaan tersebut berstatus swasta dan merupakan kesatuan non pemerintah dan tidak berstatus international legal person. Perusahaan-perusahaan tersebut pada umumnya tidak mempunyai hak-hak dan kewajiban yang sesuai hukum internasional. Namun, dalam hal-hal tertentu perusahaan-perusahaan tersebut dapat membuat suatu perjanjian dan persetujuan dengan pemerintah suatu negara dengan memberlakukan prinsip-prinsip hukum internasional atauprinsip-prinsip umum hukum  untuk transaksi mereka dan bukan diatur oleh suatu hukum nasional negara. Hal ini sering disebut dengan internasionalized contracts.

MNCs mempunyai kedudukan penting bukan saja karena besarnya, tetapi juga karena keberadaannya diseluruh dunia. Hampir tidak ada negara di dunia yang merupakan tuan rumah dari MNCs atau cabang-cabangnya. Dalam bebrapa hal MNCs diizinkan mempunyai pengawasan penuh atas unit-unit subsidernya di negara tuan rumah; tetapi di lain hal, negara tuan rumah, dapat pula melakukan semacam pengawasan melalui kegiatan ekonomi setempat.

Adalah suatu kenyataan bahwa MNCs telah memasuki hampir seluruh negara di dunia. Diperkirakan tidak kurang dari 50.000 MNCs milik swasta dengan 450.000 anakperusahaan diseluruh dunia. Dengan nilai perdagangan US$ 9,5 trilyun. Banyak dari peusahaan ini yang sangat besar seperti general motors, ford, exxon, royal dutch/shell group, IBM, toyota, general electric, daimler benz, siemens, E.I. dupont, de nemours dan lain-lain.

Dari segi ekonomi, MNCs dapat membangun atau menghancurkan ekonomi setempat atau perekonomian negara-negara kecil. MNCs dapat menyediakan dana investasi, menciptakan lapangan kerja, menyediakan teknologi canggih, pendidikan dan latihan. Disamping itu, mengingat dampak MNCs terhadap kehidupan ekonomi suatu negaramaka telah dilakukan usaha-usaha untuk mengatur tindak-tanduk MNCs serta merumuskan hak-hak dankewajiban baik negara asal maupun negara tuan rumah sehubungan dengan kegiatan-kegiatan MNCs tersebut.

Sehubungan itu telah disiapkan draft code of conduct for transnational corporation yang sekarang ini masih dalam pembahasan oleh PBB dan guidelines on the treatment of foreign direct investmen yang diterbitkan oleh world bank group di tahun 1992. walaupun dalam waktu dekat belum mungkin membuat semacam hokum perusahaan internasional, tetapi upaya-upaya untuk merumuskan code dalam bentuk ketentuan-ketentuan yang mengikat tampaknya akan tetap diteruskan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 April 2010 in Tanpa Nama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: