RSS

Perkembangan Negara sebagai Subjek hukum Internasional

22 Apr

Memang benar negara-negara dewasa ini masih tetap bertandaskan unsur-unsur konstitutif tradisional yaitu wilayah, penduduk, pemerintah dan kedaulatan. Tetapi dibalik analisa formal ini, kedaulata nasional kelihatannya makin kabur sebagai dampak globalisasi terutama dari aspek ekonominya. Perkembangan pesat dan teratur perdagangan internasional, meningkatnya ketergantungan perekonomian nasional terhadappertukaran internasional disamping peningkatan yang tinggi investasi swasta internasinal telah memperkuat integrasi ekonomi dan menyebabkan saling ketergantungan negara menjadi lebih nyata pula.

Sekarang negara-negara tidak lagi mungkin mengambil keputusan dan menentukan sendiri kebijakan-kebijakan ekonominya dengan penuh kebebasan. Erosi kedaulatan ekonomi ini tentu akhirnya tidak akan terbatas pada sektor itu saja, tetapi juga telah menggerogoti kemerdekaan dan kedaulatan politik suatu negara.

Disamping itu negara-negara kecil di benua afrika yang lahir sebagai hasil dekolonisasi menunjukkan landasan yang cukup goyah. Wilayah dan batas-batas negara tidak ditentukan secara jelas sehingga sering menjadi sumber pertikaian. Penduduk setempat kurang mempunyai rasa kesatuan nasional yang kuat karena batas wilayah mereka ditentukan emuanya oleh kaum penjajah tanpa memperhatikan realita kemanusiaan yangada. Berapa banyaknya suku dan penduduk setempat yang bertebaran di berbagai negara tetangga yang berakibat lemahnya kesatuan nasional masing-masing negara. Oleh karena itu sering terjadi perang suku atau agama yang menyebabkan negara-negaratersebut menjadi lemah dan tidak stabil serta sekaligus menjadi sumber permanen ketegangan regional. Tahun 1960-an merupakan periode lahirnya negara-negara afrika sub-sahara. Sampai akhir tahun 1999 sudah terjadi 66 kali kudeta sebagai manifestasi lemahnya sendi-sndi kehidupan nasional di kawasan tersebut,.

Selanjutnya sistem politik yang dipraktekkan oleh sekitar 190 negara di dunia sering tidak mempunyai filosofi dan konsep yang sama dan kadang-kadang sangat bertentangan satu sama lain. Di masa lalu dunia hanya mengenal rejim konservatif dan moderat, sedangkan sekarang ada negara-negara yang mempraktekkan politik secara radikal atau revolusioner dan dengan segala cara berupaya untuk mengembangkan politik tersebut ke negara-negara lain. Upaya perluasan konsep-konsep radikal tersebut tentunya merupakan sumber ketegangan dan destabilisasi sistem yang ada. Dengan kata lain, ideologi telah memasuki panggung internasional yang telah mengakibatkan terjadinya sengketa dan mempersulit kerjasama secara damai. Sengketa ideologi timur-barat semasa perng dingin yang telah meracuni ehidupan dunia selama hampir setengah abad merupakan contoh nyara resiko dilibatkannya ideologi dalam pergaulan antar bangsa.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 22 April 2010 in Tanpa Nama

 

One response to “Perkembangan Negara sebagai Subjek hukum Internasional

  1. dwi ariani

    27 Mei 2011 at 00:55

    makasi buat infonya
    aku terbantu
    pokoke the best deh buat masnya

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: