RSS

Organisasi Non Pemerintah

22 Apr

Organisasi-organisasi non pemerintah atau non government organizations (NGO’s) adalah suatu lembaga yang didirikan atas prakarsa swasta yang menghimpun orang-orang swasta atau publik, fisik dan moral dari berbagai kewarganegaraan. Selain itu, organisasi non pemerintah ini sama sekali tidak mempunyai tujuan lukratif. Sasaran utamanya adalah mencoba untuk melunakkan, mempengaruhi ataupun mengubah kebijakan-kebijakan subjek hukum internasional melalui suatu kegiatan yang jangkauannya dapat meluas ke banyak negara.

Ruang lingkup kegiatan NGO’s ini sangat luas dan beraneka ragam:

  • Bidang humaniter seperti ICRC, amnesty intenational, ataupun dewan-dewan gereja;
  • Bidang politik seperti federasi sosialis, komunis, liberal dan lain-lain;
  • Biang ilmu pengetahuan seperti institute of international law association, gerakan pugwash yang memainkan peranan dalam definisi doktrin strategis amerika serikat pada permulaan tahun 1960-an;
  • Bidang ekonomi dan sosial seperti federasi-federasi buruh dan asosiasi profesional;
  • Bidang olahraga seperti komite olimpiade internasional;
  • Bidang ekologi seperti Greenpeace.

Keanekaragaman NGOs ini sangat mengesankan, demikian juga mengenai dimensi, organisasi intern dan pengaruhnya terhadap hubungan internasional. Di antara organisasi non pemerintah ini ada yang mempunyai jutaan anggota seperti federasi buruh-buruh. Disamping itu juga terdapat NGOs yang mempunyai kebebasan total dan melakukan perundingan langsung dengan pemerintah dan NGOs yang berperan sebagai international public services. ICRC yang mempunyai kedua ciri di atas misalnya mendapat kepercayaan dari dewan keamanan PBB dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan humaniter sehubungan dengan embargo yang dikenakan kepada Irak (res. 666, DK PBB, 1990) atau dalam pengumpulan informasi mengenai pelanggaran hukum humaniter di negara bekas yugoslavia (res. 771, 992).

Sekarang ini terdapat sekitar 15.000 organisasi non pemerintah yang mencakup segala macam kegiatan. Perlu dicatat peranan penting NGOs dalam pemberian bantuan kepada negara-negara berkembang. Sebagai contoh pada tahun 1989, NGOs telah dapat mengumpulkan dana sebanyak 15% dari keseluruhan bantuan publik ke negara-negara berkembang atau sekitar $ 6 milyar nilai pada waktu itu.

Dalam pelaksanaan kegiatannya, sejumlah NGOs mendapatkan status resmi  parsial dengan memperoleh status konsultatif pada badan-badan tertentu seperti pada dewan ekonomi dan sosial PBB (pasal 71 piagam). Kerjasama serupa juga tertera dalam konstitusi beberapa badan khusus seperti ILO, UNESCO, ITU dan organisasi-organisasi regional seperti uni eropa, ASEAN, dll.

Diantara NGOs ada yang mempunyai wewenang normatif internasional dengan merumuskan hukum profesional internasional seperti yang dibuat oleh IATA, palang merah atau federasi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 April 2010 in Tanpa Nama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: