RSS

Perbatasan dan Sungai

21 Apr

Perbatasan

Perbatasan adalah salah satu manifestasi yang terpenting dari kedaulatan teritorial. Sejauh perbatasan itu secara tegas diakui dengan traktat atau diakui secara umum tanpa pernyataan yang tegas, maka perbatasan merupakan bagian dari suatu hak negara terhadap wilayah.

Suatu perbatasan seringkali didefinisikan sebagai garis imajiner di atas permukaan bumi, yang memisahkan wilayah suatu negara dengan negara lain. Hal ini barangkali terlalu dibuat – buat. Seperti dikatakan oleh seorang penulis:

“suatu perbtasan bukan semata – mata sebuah garis pada suatu tanah perbatasan. Tanah perbatasan mungkin merupakan suatu rintangan mungkin pula bukan. Pengukur tanah (surveyor) mungkin sangat berkepentingan dengan garis demikian, bagi ahli strategi yang penting adalah ada atau tidak adanya perintang. Bagi pelaksana pemerintah tanah perbatasan itulah yang mungkin menjadi permasalahan yaitu menyangkut batas dari kewenangannya.”

Apabila tanah perbatasan berkarakter sedemiian rupa sehingga meskipun garis perbatasan merintanginya, wilayah itu sendiri dan penduduknya digabungkan untuk segala tujuan praktis, kedua negara atau lebih yang bersangkutan mungkin membiarkan (baik lewat traktat atau melalui tindakan) keberadaan praktek – praktek administrasi atau praktek –praktek lainnya, misalnya pergerakan bebas dari petugas –petugas sepanjang perbatasan, yang apabila tidak demikian akan merupakan penghinaan kedaulatan masing –masing. Kekecualian hubungan – hubungan de facto antara negara – negara dengan warganegaranya, yang timbul dari kondisi – kondisi khusus demikian di suatu wilayah perbatsan, kadang – kadang dikatakan merupakan hubungan – hubungan “voisinage”. Hubungan – hubungan tersebut akan mencakup perjanjian – perjanjian antara negara – negara yang berdampingan untuk melakukan eksploitasi  bersama sumber – sumber daya yang terdapat di sepanjang tanah perbatasan (dibandingkan pemakaian zona akses bersama) “Share-access zone” di wilayah dalam perbatasan 1977 Joint Report by the Chief  Negotiator on Canada – United States Maritime Boundaries and Related Relation Issues.

Sengketa – sengketa perbatasan telah menyebabkan banyak arbritase internasional penting;misalnya Alaska Boundary Arbritation (1903), antara amerika serikat dengan inggris. Sengketa – sengketa tersebut juga merupakan pokok masalah dalam dua keputusan yang instruktif dari international court of justice pada tahun 1958 dan 1962 berturut – turut dalam fontier lands case (belgia – netherlands) dan dalam case concerning the temple of preah vihear (merits) (Kamboja – Thailand). Dalam kasus pertama, mahkamah memberlakukan alokasi wilayah dalam Boundary Convention 1843, yang dengan cara itu memutuskan bahwa belgia memiliki hak terhadao beberapa tanah perbatasan; mahkamah menolak menerima pernyataan netherlands bahwa konvensi tersebut dilemahkan oleh beberapa kekeliruan dan bahwa tindakan – tindakan kedaulatan yang dilakukan oleh para pejabat – pejabat lokal netherlands di wilayah yang disengketakan dapat menghapus wilayah belgia, dengan menegaskan bahwa tindakan – tindakan ini hnaya merupakan sesuatu yang rutin  dan bersifat administratif.dalam kasus belakangan, wilayah yang disengketakan adalah wilayah suaka candi (preah vihear) dan terjadi konflik perbatasan berdasarkan traktat – traktat tahun 1904, yang menurut traktat tersebut perbatasan mengikuti batas air (watershed), dan garis perbatasan tersebut menurut peta perbatasan yang disempurnakan pada tahun 1907 dan disampaikan pada tahun 1908 kepada pemerintah siam (sekarang Thai). Karena pemerintah siam dan kemudian pemerintah Thai dengan sikapnya tampak menerima/menyetujui peta garis perbatasan dan tidak memperlihatkan suatu kepentingan khusus yang diberikan kepada garis perbatasan air, mahkamah menyatakan bahwa garis – garis peta hanya diutamakan, dan bahwa wilayah candi berada di bawah kedaulatan Kamboja (sekarang Kampuchea). Menyusul kedua keputusan dari international court of justice ini, antara lain, terdapat tiga keputusan arbrital penting dalam sengketa – sengketa perbatasan, yaitu yang dikeluarkan pada tahu 1966 berkenaan dengan perbatasan di andes antara argentina dengan chile, yang diberikan pada tahun 1968 dalam rann of kutch arbritation antara india dengan pakistan. Dan sejauh berkaitan dengan wilayah maritim dan pulau – pulau yang ada di wilayah terkait, yakni yang diberikan pada tahun 1977 dalam beagle channel arbritation, antara argentina dengan chile.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 April 2010 in Tanpa Nama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: