RSS

pengakuan prematur

21 Apr

Dalam pengakuan internasional terdapat pula contoh-contoh dimana suatu Negara memberikan pengakuan kepada negaa yang baru tanpa lengkapnya unsur-unsur konstitutif  yang harus dimiliki oleh entitas yang baru tersebut untuk menjadi suatu Negara. Contoh masa lalu pengakuan premature ini terjadi dengan pengakuan perancis terhadap amerika serikat pada tahun 1778 yang menyebabkan inggris segera menyatakan perang terhadap perancis.

Kasus pengakuan prematur ini sering terjadi pada negara yang memisahkan diri dari negara induk. India misalnya mengakui bangladesh tanggal 6 desember 1971 sedangkan kemerdekaan negara tersebut baru diumumkan tanggal 25 maret 1972. sudah jelas bahwa pakistan menganggap kebijaksanaan india tersebut sebagai cmpur tangan terang-terangan terhadap masalah negerinya. Demikian juga waktu terjadi perang saudara di nigeria, negara-negara tanzania, gabon, pantai gading dan zambia mengakui biafra di tahun 1968 yang dikecam oleh pemerintah nigeria sebagai campur tangan terhadap masalah negerinya. Dalam kasus nigeria ini, pemberontakan di propinsi biafra akhirnya dapat dipadamkan pemerintah pusat sehingga hubungan nigeria dan negara-negara yang mengakui biafra tersebut cukup tegang selama beberapa waktu.

Lalu timbul pertanyaan kapan sebaiknya mengakui suatu negara baru karena kalau terlalu lama ditunggu akan menimbulkan kekecewaan bagi negara baru itu. Waktu yang terbaik adalah bila entitas yang memberontak tersebut betul-betul telah mempunyai semua unsur sebagai negara dan sebelum negara induk mengakui negara baru tersebut. Namun dalam kasus seperti itu, konsiderasi politik selalu merupakan pertimbangan utama. Untuk indonesia pengakuan internasional pada umumnya diperoleh setelah pemulihan kedaulatan 27 desember 1949. demikian juga halnya dengan negara-negara indocina yang pada umumnya diakui setelah promulgasi undang-undang tanggal 2 pebuari 1950 yang mengatur hubungan antara perancis dengan kamboja, laos, dan vietnam.

Disamping itu ada yang menganggap bahwa pengakuan banyak negara terutama negara-negara berkembang terhadapnegara palestina yang memprokalmasikan diri dewan nasional PLO di alger pada tanggal 15 nopember 1988 sebagai bentuk pengakuan yang prematur karena belum mengimpun semua unsur konstitutif yang diperlukan. Meskipun palestina telah mempunyai penduduk, namun kekuasaan politik lainterhadap penduduknya masih lemah dan batas-batas wilayahnya masih belum jelas. Dalam waktu kurang dari dua bulan sudah ada sekitar 70 negara yang mengakui negara palestina tersebut. Demikian juga pengakuan terhadap republik arab sahrawi demokratis yang memproklamasikan diri tanggal 27 pebuari 1976 sebagai negara di sahara barat dapat dianggap prematur karena front polisario belum secara eksklusif menguasai sebagian besar rakyat di wilayah tersebut.

Dapatlah dikatakan bahwa pengakuan yang mendahului kelengkapa unsur-unsur konstitutif ini merupakan suatu kecenderungan yang memberikan dorongan kepada entitas yang baru untuk menjadi negara merdeka. Sering terjadi pengakuan terhadap gerakan-gerakan pembebasan nasional sebagai negara oleh negara-negara pendukungnya bahkan sebelum gerakan tersebut mencapai kemenangan atau mendirikan suatu pemerintah faktual dalam kasus perang sipil. Pengakuan secara prematur ini merupakan ilustrasi bahwa pengakuan yang dilakukan oleh suatu negara terhadap negara atau pemerintah yang baru lebih banyak bersifat politis dan diluar ketentuan hukum internasional.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 21 April 2010 in Tanpa Nama

 

One response to “pengakuan prematur

  1. Harjanti Artemis

    11 Oktober 2011 at 10:52

    🙂 isinya bagus

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: