RSS

lahirnya suatu negara

21 Apr

Sebagaimana diketahui bahwa salah satu ciri pokok hubungan internasional sesudah tahun 1956 adalah menjamurnya Negara-negara baru setelah membebaskan diri dari kekuasaan colonial. Sehubungan dengan itu, hokum internasional tidak melaranggerakan-gerakan pembebasan nasional untuk menentang kekuasaan penjajah dan bahkan mendorongnya seperti terdapat dalam dokumen-dokumen PBB terutama reduksi 1514 (XV). Era bagian kedua abad ke-20 adalah era dekolonisasi yang merombak komposisi masyarakat bangsa-bangsa sbelumnya dan sekaligus merombak persyaratan untuk menjadi anggota masyarakat internasional.

Sekitar 140 negara baru, muncul dalam pergaulan internasional selama waktu tersebut dan semuanya menjadi anggota PBB sehingga komposisi masyarakat bangsa-bangsa sekarang ini jauh berbeda dengan komposisi permulaan abad ke-20 atau abad sebelumnya. Diterimanya secara langsung negara-negara yang baru lahir itu sebgai anggota PBB, walaupun penerimaan tersebut tidak berarti pengakuan secara langsung dari anggota negara lainnya, dengan jelas menunjukkan bahwa teori konstitutif tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman. Persyaratan yang diajukan PBB hanyalah bahwa negara-negara tersebut harus peace-loving yaitu menerima dan bersedia melaksanakan kewajiban-kewajiban yang terdapat dalam piagam PBB. Persyaratan ini hanya bersifat umum dan tidak pernah menimbulkan permasalahan bagi negara-negara baru. Bagi suatu negara baru, penerimaannya sebagai anggota baru merupakan penukuhan dari kelahirannya. Begitu menjadi anggota PBB, pengakuan negara-negara secara individual terhadap negara-negara baru tersebut bersifat deklaratif semata, sedangkan pengakuan secara konstitutif tidak relevan lagi. Oleh karena itu, begitu lahir, negara-negara tersebut langsung diminta menjadi anggota PBB dan pada umumnya diterima tana kesulitan.

Atas uraian tersebut diatas dapatlah dikatakan bahwa kelahiran suatu negara adalah suatu peristiwa yang tidak mempunyai kaitan langsung dengan hukum internasional, sedangkan pengakuan yang diberikan kepada negara yang baru lahir tersebut hanya bersifat politik, semacam pengukuhan terhadap statusnya sebagai anggota masyarakat internasional yang baru dengan segala hak dan kewjiban yang dimilikinya sesuai dengan hukum internasional.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 April 2010 in Tanpa Nama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: