RSS

konferensi WTO tahun 2001

21 Jun

konferensi tingkat menteri, Doha, November 2001

dalam konferensi tingkat menteri keempat yang diselenggarakan pada tanggal 9-14 november 2001 di doha-qatar, dihasilkan keputusan yang disebut deklarasi doha. deklarasi doha menandai dimulainya putaran perundingan baru dengan isu dan program kerja yang luas untuk diselesaikan tanggal 1 januari 2005. diantara topik untuk dinegosiasikan adalah melanjutkan negosiasi akses pasar untuk sektor jasa (service market access) yang telah dimulai tahun 2000, negosiasi sektor pertanian untuk mengurangi subsidi ekspor, pengurangan tarif industri, aturan WTO yang terkait dengan dumping, subsidi dan regional trade agreement, isu perdagangan dan lingkungan, dan melanjutkan program kerja terkait perdagangan elektronik (electronic commerce).

selanjutnya deklarasi doha juga menugaskan negara anggota untuk menyelesaikan isu singapura (singapore issues) yang mencakup isu mengenai keterkaitan perdagangan dengan investasi (trade and investment), perdagangan dengan kebijakan kompetisi (trade and competition policy), transparasi dalam pengadaan barang pemerintah (government procurement) serta fasilitasi perdagangan (trade facilitation). deklarasi doha juga menegaskan kembali deklarasi singapura terkait dengan hak-hak tenaga kerja yang isunya mengemuka pada saat KTM di seattle-november 1999. disamping itu, diamanatkan pula kepada negara anggota untuk mengkaji program kerja mengenai electronic commerce, usaha kecil (small economics), keterkaitan antara perdagangan, hutang dan pembiayaan (trade, debt, and finance) serta alih teknologi (trade and transfer technology).

deklarasi doha seringkali disebut juga sebagai agenda pembangunan doha (doha development agenda) mengingat sejumlah isu penting yang diamanatkan menyangkut pula isu-isu pembangunan yang merupakan kepentingan dari negara-negara berkembang (developing countries), negara berkembang yang paling terbelakang (least-developed countries) dan negara yang berpendapatan rendah (low income countries). beberapa isu menyangkut kepentingan negara-negara tersebut antara lain isu menyangkut bantuan teknik untuk peningkatan kapasitas (capacity building), pertumbuhan (growth) dan integrasi (integration) ke dalam sistem WTO.

disamping itu, deklarasi juga berusaha memastikan dukungan dari seluruh anggota WTO terkait integrasi LCDs ke dalam sistem WTO berupa kemudahan akses pasar, pembuatan serta ketersediaan anggaran bagi terselenggaranya bantuan untuk negara LCDs tersebut. isu lain yang menjadi kepentingan negara berkembang adalah menyangkut TRIPs agreement yang akhirnya diadopsi KTM adalah TRIPs agreement tidak akan menghambat negara anggota untuk mengeluarkan kebijakan dalam rangka perlindungan kesehatan masyarakat/publik.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Juni 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: