RSS

hukum diplomasi atau diplomatik

28 Apr

Berbicara mengenai pengertian hukum diplomatic, ternyaa hingga kini belum terdpat keseragaman diantara para ahli hukum internasional.

Umumnya para pakar tampaknya belum berusaha secara maksimal untuk memformulasikan batasan mengenai apa yang dimaksud dengan hukum diplomatik itu. Barangkali hal itu dilatarbelakangi oleh suatu pemikiran bahwa pada hakikatnya hukum diplomatik ini tidak lebih halnya merupaan bagian dari hukum internasional publik, dan mempunyai sebagian sumer sama, seperti kebiasaan-kebiaaan internasional, dan konvensi-konvensi internasional (baik multilateral maupun bilateral) yang ada. Namun harus kita akui bahwa apa yang ditulis oleh eileen denza mengenai diplomatic law, pada hakikatnya hanya menyangkut komentar terhadap konvensi wina 1961 mengenai hubungan diplomatik. Sementara itu jan osmanczyk:

Hukum diplomatik merupakan cabang dari hukum kebiasaan internasional yang terdiri dari seperangkat aturan-aturan dan norma-norma hukum yang menetapkan kedudukan dan fungsi para diplomat, termasuk bentuk-bentuk organisasional dari dinas diplomatik.

Sebagian besar pakar hukum yang menulis mengenai bidang ini hanya memberikan batasan dan makna dari istilah diplomasi itu sendiri, walaupun diantara mereka masih belum aa jeseragaman. Ada penggunaan istilah “diplomasi” itu secara berbeda-beda menurut pemakaiannya, yaitu sebagai berikut:

  • Ada yang menyamakan kata “diplomasi” itu dengan “politik luar negeri”, umpamanya jika dikatakan “diplomasi republik indonesia di australia perlu ditingkatkan.”
  • “diplomasi” dapat pula diartikan sebagai perundingan, seperti dalam ungkapan selama ini ia bekerja untuk diplomasi.
  • Ada juga yang mengartikannya secara kiasan dalam kalimat ia pandai berdiplomasi yang dapat diartikan ia pandai bersilat lidah.

Diplomasi perjuangan istilah ini dicetuskan dan merupakan isi pokok pidato presiden soeharto dalam rapat kerja kepala-kepala perwakilan republik indonesia pada maret 1977

Diplomasi merupakan suatu cara komunikasi yang dilakukan antara berbagai pihak termasuk negosiasi antara wakil-wakil yang sudah diakui. Praktik negara semacam itu sudah melembaga sejak dahulu dan menjelma sebagai aturan-aturan hukum internasional.

Diplomasi multitrack, istilah ini sering populer dikalangan para diplomat kita seiring dengan munculnya beberapa peraturan perundang-undangan mengenai hubungan luar negeri dan otonomi daerah. Istilah ini sendiri muncul dalam kata sambutan menteri luar negeri republik indonesia Dr. N. Hassan wirajuda, dalam acara sosialisasi buku (bedah buku) paduan umum tata cara hubungan luar negeri oleh pemerintah daerah. Jakarta, 29 oktober 2003. sehubungan dengan visi total diplomacy dari seluruh penggunaan seluruh upaya dan aktor hubungan luar negeri dalam pelaksanaan politik luar negeri, keterlibatan daerah sebagai salah satu track dan aktor dari pelaksanaan diplomasi sangatlah penting untuk mewujudkan cita-cita nasional indonesia.

Terlebih dalam rangka kerja sama internal yang erat antara semua komponen kebangsan dan kenegaraan demi tujuan bersamamenciptakan masyarakat yang taat hukum (law abiding society), keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Diplomacy multitrack dalam pelaksanaan politik luar negeri berakibat pada munculnya eleman transedental yang menipiskan sekat tebal yang menghubungkan faktor internasional dan faktor domestik dalam mengelola dipomasi.

Artinya, diplomasi tidak lagi hanya dipahami dalam kerangka peranan pusat untuk memproyeksikan kepentingan nasional indonesia ke luar negeri, tetapi jga kemampuan dan kejelian para pejabat dan instansi terkait untuk mengomunikasikan perkembangan-perkembangan dunia luar ke dalam negeri. Hal ini dapat kita sebut sebagai pola internestik.Dengan demikian, manfaat dari hubungan luar negeri dapat benar-benar diarahkan untuk mencerdaskan dan melindungi bangsa indonesia.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 April 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: