RSS

permulaan pertumbuhan perundang-undangan internasional

19 Apr

sampai sat ini soal memerintah (belanda:regeren), terutama masih dilakukan atas dasar nasional, yakni tiap negara masih mengurus sendiri pemerintahan terhadap daerahnya masing-masing sedangkan hubungan antara satu negara dengan negara lainnya dilakukan dengan perantaraan pegawai-pegawai atau pembesar-pembesar yang ditunjuk sendiri oleh masing-masing negara sosial. guna melakukan hubungan-hubungan yang bersifat antar negara, maka setiap negara itu mendirikan suatu departemen atau kementrian, yakni kementrian luar negeri. kementrian-kementrian luar negeri dari berbagai negara itu dihubungkan oleh legasi-legasi (perwakilam-perwakilan diplomatik seperti kedutaan) atau dengan jalan pengiriman wakil ataupun perutusan sementara yang tidak tetap.

tetapi cara melakukan hubungan seperti diatas itu hanya terbatas pada satu negara dengan negara yang lainnya serta tidak dapat melayani hubungan internasional yang umu dimana seluruh ataupun sebagian terbanyak dari negara-negara di dunia ini turut serta. hubungan serta kepentingan yang bersifat internasional ini bertambah lama bertambah banyak, terutama sejak abad ke-19, sehingga akhirnya menimbulkan kebutuhan-kebutuhan akan badan-badan internasional yang dapat meladeni serta melayani kepentingan-kepentingan tersebut. badan-badan internasional serupa ini kemudian dapat menunaikan tugasnya lalu mengeluarkan peraturan-peraturan, sehingga badan-badan itu walaupun pada mulanya tidak dapat dikatakan telah membuat suatu undang-undang dasar bagi masyarakat internasional, namun tidaklah salah jika dikatakan, bahwa badan-badan itu telah mulai mempersiapkan undang-undang dasar demikian.

badan-badan iunternasional itu kemudia bekerja dengan cara mengorganisir kerjasama antar negara dan bukan dengan cara menempatkan diri diatasnya ataupun dengan cara memerintah mereka. disinilah letaknya perbedaan antara badan-badan internasional ini dengan pemerintah-pemerintah nasional biasa, yakni berada diatas seluruh orang, badan hukum atau hal-hal lainnya yang berada di dalam batas daerahnya, sedangkan badan-badan internasional tidak demikian terhadap negara-negara.

kerjasam antar negara diatas, kemudian menimbulkan kebutuhan akan organisasi-organisasi internasional yang lebih tegas lagi eksistensinya, baik mengenai batas pekerjaannya seperti di dalam perundang-undangan maupun pemerintahan dan peradilan internasional.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 April 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: