RSS

diplomat wanita

18 Apr

diplomat wanita sebelum perang dunia kedua memang sangat langka sekali. walaupun ada, tetapi tidaklah sebagai diplomat yang mengepalai sebuah perwakilan diplomatik. umumnya mereka adalah sebagai wakil raja yang mengutusnya untuk menghadiri upacara-upacara kebesaran istana seperti penobatan, pernikahan dan pemakaman. dan yang terpilih adalah keluarga terdekat sang raja seperti anak ataupun saudaranya.

yang merupakan pengecualian satu-satunya adalah Ny. Alexandra Kolloity. beliau adalah duta rusia untuk negara norwegia dan mexico. kemudian dalam tahun 1930 diangkat sebagai duta untuk swedia. selanjutnya pangkatnya pun dinaikkan menjadi duta besar dan mengepalai perwakilan diplomatik tingkat kedutaan besar. dengan demikian, beliau adalah duta besar wanita pertama di dunia yang mengepalai perwakilan diplomatik tingkat kedutaan besar.

sampai sekarang pun, jumlah diplomat wanita masih sering terbatas sekali jika dibandingkan dengan diplomat pria, walaupun pintu sudah terbuka lebar bagi mereka. inilah yang menjadi topik penelitian darmoni badri bersama rekannya aminah rizkala pada tahun 1974. penelitian tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan akhir studi tingkat undergraduate, tingkat sarjana muda pada AUC, American University in Cairo, dibawah bimbingan guru besar mereka, Dr. Sullivan. hasilnya dituangkan dalam bentuk term paper, makalah semesteran, dengan judul woman diplomat.

darmoni badri dan aminah rizkala menyimpulkan, bahwa terbatasnya jumlah diplomat wanita adalah karena the result of sociological consideration, adalah akibat kendala berbagai pertimbangan sosiologis. walaupun kesimpulan mereka ada kebenarannya, tetapi yang jadi penyebab utamanya di indonesia adalah karena jumlah kaum wanita terpelajar memang tidak banyak. terutama di awal pertumbuhan departemen luar negari.

departemen luar negeri atau deplu, sejak usia mudanya telah menempatkan mr. laili rusad sebagai duta yang mengepalai perwakilan diplomatik di brussel. kemudia pangkatnya pun dinaikkan menjadi duta besar. dengan demikian mr. laili rusad adalah diplomat indonesia pertama yang berpangkat duta besar serta mengepalai perwakilan diplomatik tingkat kedutaan besar. sedangkan ny. artati marzuki soedirdjo dikirim dalam sidang-sidang berbagai badan PBB dengan prestasi yang cukup membanggakan sehingga kemudian diangkat menjadi sekretaris jenderal departemen luar negeri. wanita lainnya yang mempunyai kedudukan cukup penting pula adalah mr. e. h layrens. selain pernah bertugas di luar negeri, juga pernah mengepalai direktorat hukum dan menjadi sekretaris menteri luar negeri, suatu kedudukan yang sifatnya strategis sekali.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 18 April 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

4 responses to “diplomat wanita

  1. Adrianna

    31 Januari 2010 at 08:38

    apakah kesempatan untuk menjadi diplomat wanita sangat kecil?
    Apa saja rintangan untuk menjadi seorang diplomat wanita?
    Hmmm saya bercita-cita jadi diplomat wanita nih

     
    • kakniam

      12 Februari 2010 at 11:12

      iya…jadi diplomat wanita…
      keren lho…
      cukup berat sih…
      tapi kalo diniati dengan sungguh-sungguh pasti bisa..
      ilmu HI itu seru lho…
      soale dinamis banget… apalagi subjeknya negara, sewaktu-waktu bisa berubah teori…
      pokokmen oye….

       
  2. tinudhz

    7 April 2010 at 05:04

    diplomacy is about negotiation and women can do better in that, man just won’t except it. ^^

     
    • kakniam

      21 April 2010 at 11:15

      belum tentu juga…..
      itu kan pendapat liberalisme ama realisme…

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: