RSS

Besarnya staf perwakilan

15 Apr

Setelah adanya kesepakatan bagi pembukaan misi diplomatic tetap maka terserah bagi Negara pengirim untuk menentukan besarnya perwakilan yaitu jumlah pejabat dan staf yang harus ditempatkan di Negara penerima atas dasar volume pekerjaan atau tingkat atau intensitas hubungan kedua Negara. Kecendrungan yang terjadi semenjak beberapa puluh tahun terakhir adalah meningkatnya jumlah staf perwakilan yang disebabkan berbagai factor sehingga sering menimbulkan kesulitan bagi Negara setempat terutama Negara-negara kecil. Lalu timbul pertanyaan apakah Negara penerima dapat menolak keberadaan misi diplomatic asing dengan staf yang banyak karena sesuai kebiasaan, besarnya perwakilan diserahkan pada kebijaksanaan, besarnya perwakilan diserahkan pada kebijaksanaan masing-masing Negara.

Waktu membahas persoalan ini pada siding komisi hokum internasional, disarankan agar kedua Negara terlebih dahulu berusaha untuk mencapai kesepakatan bila Negara penerima menganggap misi diplomatic Negara pengirim Negara terlalu besar. Sekiranya tidak dicapai kesepakatan maka negara penerima mempunyai hak menolak jumlah staf yang tidak wajar dan normal. Disamping itu delegasi amerika serikat berpendapat bahwa pembatasan jumlah staf boleh dilakukan tetapi atas dasar resiprositas.

Akhirnya konvensi wina dalam pasal 11 nya menetapkan:

Jika tidak ada persetujuan khusus mengenai besarnya perwakilan, negara penerima dapat minta agar besarnya suatu perwakilan selalu dalam batas-batas yang dianggap pantas dan wajar dengan mempertimbangkan keadaan dan kondisi negara penerima dan kebutuhan dari suatu perwakilan. Selanjutnya negara penerima, dalam batas-batas yang sama dan atas dasar non diskriminasi dapat menolak untuk menerima pejabat-pejabat dari kategori tertentu.

Terhadap ketentuan-ketentuan pasal 11 ini, uni soviet dan negara-negara sosialis eropa timur menyampaikan keberatan dengan mengatakan bahwa persoalannya harus diselesaikan melalui persetujuan dari negar-negara bersangkutan.

Di masa lalu terutama selama era perang dingin banyak kasus dimana negara penerima sangat keberatan dengan jumlah yang berlebihan anggota perwakilan diplomatik terutama dari pihak negara kecil. Tidak jarang terjadi bahwa negara-negara penerima dijadikan tempat penyebaran ideologi, kegiatan-kegiatan subversif ataupun melakukan campur tangan terhadap masalah dalam negeri. Disamping itu besarnya staf suatu perwakilan asing akan menimbulkan masalah dari sgi pengamanan dan berdampak pada kehidupan perekonomian mengingat berbagai fiskal yang dinikmati suatu perwakilan asing.

Dalam prakteknya pembatasan jumlah maksimum diberlakukan bila terbukti suatu perwakilan terlibat dalam kegiatan spionase atau terorime. Sebagai contoh pada tahun 1971 inggris mengenakan batas maksimum atas misi perwakilan tetap dan badan-badan perwakilan lain uni soviet sebagai tindak lanjut diusirnya 105 orang pejabat diplomatik dan staf lainnya karena melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak dapat diterima. Tindakan ini dibenarkan oleh pasal 11 konvensi atas dasar tidak termasuknya kegiatan-kegiatan yang bukan bersifat diplomatik.

Sebagaimana yang ditunjukkan oleh praktek, pemberlakuan pembatasan jumlah atas misi diplomatik biasanya diikuti oleh tindakan timbal nalik atau tindakan pembalasan di ibukota negara yang misi diplomatiknya sudah dikurangi.

Pembatasan jumlah anggota misi diplomatik tetap dari negara yang terlibat dalam aksi-aksi teroris telah merupakan kebijakan-kebijakan negara-negara maju terutama yang tergabung dalam G 7, anerika serikat pada tahun 1979 misalnya telah memaksakan pengurangan jumlah personil diplomatik kedutaan bsar iran di washington menjadi 15 orang sebagai jawaban awal terhadap didudukinya kedutaan besar AS di tehran dan penyanderaan anggota-anggota staf perwakilannya. Pada bulan mei tahun 1986 KTT G-& di tokyo mengeluarkan pernyataan untuk mengambil tindakan-tindakan keras terhadap negara yang secara nyata terlibat dalam mensponsori atau mendukung terorisme internasional dengan melakukan pengurangan secara radikal jumlah staf perwakilan atau bahkan menutupnya sama sekali.

di tahun 1985 kongres AS memutuskan bahwa selama kurun waktu 3 tahun keseimbangan jumlah staf harus dicapai antara misi diplomatik uni soviet di washington dan misi AS di moskow. Pagu yang harus dicapai adalah 225 anggota diplomatik, administratif dan staf teknik masing-masing perwakilan. Pada bulan oktober 1985 terdapat 263 staf kedutaan besar uni soviet dan sebagai akibatnya 38 orang diusir untuk memenuhi tuntutan kongres tersebut. Dengan segera uni soviet melakukan tindakan pembalasan dengan mengusir sejumlah staf kedutaan besar AS di moskow. Namun pembelakuan jumlah maksimum staf perwakilan atasdasar timbal balik ini jarang terjadi dan bukan merupakan praktek yang umum. Yang sering terjadi adaklah permintaan pengurangan jumlah staf kepada negara-negara besar dari negara-negara kecil atau permintaan pengurangan yang didasarkan atas pertimbangan politik atau sekuriti.

Tanggal 29 nopember 1983, bangladesh meminta kepada duta besar uni soviet untuk mengurangi jumlah staf diplomatiknya sebanyak separuh. Jumlah staf tersebut sangat banyak yaitu 40 diplomat ditambah lebih dari 100 pembantu. Pada bulan nopember 1982 costa rica meminta agar kedutaan besar uni soviet memulangkan 17 diplomatnya karena telah melebihi jumlah yang diizinkan yaitu 8. tanggal 26 oktober 1983 suriname meminta kuba untuk menarik duta besarnya dan mengurangi jmlah staf perwakilan. Sebagai akibatnya 25 personil diplomatik dan 80 penasehat kuba meninggalkan suriname dalam waktu 2 minggu. Pada bulan april 1986 negara-negara anggota masyarakat ekonomi eropa meminta libya membatasi jumlah staf perwakilannya di masing-masing negara anggota.

Mengenai besarnya staf perwakilan diplomatik di suatu negara, biasanya bergantung kepada kesanggupan negara pengirim dan pentingnya negara penerima, serta tingkat hubungan antara kedua negara. Pada umumnya negara-negara berkembang seperti indonesia mempunyai staf diplomatik pada masing-masing perwakilannya di luar negeri kurang dari 10 orang. Kecuali di pos-pos pentingnya seperti washington, PTRI new york, PTRI jenewa, tokyo, berlin, kuala lumpur, jumlah staf perwakilan berjumlah sekitar 25 dan 30 orang. Di jakarta, menurut catatan departemen luar negeri tahun 2004, jumlah diplomat asing pada berbagai kedutaan besar juga berbeda satu sama lain yaitu: 81 orang pada kedutaan besar amerika serikat, 68 australia, 58 jepang, 39 jerman, 33 cina, 26 inggris, 32 belanda, 28 federasi rusia, dan 23 orang saudi arabis. Selebihnya hanya sekitar 10 orang. Dan ada juga yang dibawah 5 orang seperti tunisia 4, argentina 3, bangladesh 3, dan brazail 5 orang. Bahkan ada kedutaan besar yang hanya diwakili oleh 2 orang. Duta besar dan staf seperti panama, bosnia and herzegovina.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 15 April 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

One response to “Besarnya staf perwakilan

  1. iin selayar

    29 Maret 2011 at 10:25

    thx infox,,,bermanfaat sekali,,🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: