RSS

pertumbuhan awal asean

11 Apr

ASEAN benar-benar merupakan organisasi regional pertama yang berhasil dibentuk oleh lima negara yang merupakan anggota awal berdirinya ASEAN. bisa jadi ASEAN merupakan titik awal berhentinya pergulatan kekuasaan yang selama ratusan tahun bahkan hingga dekade 70-an abad ke 20 merupakan bentuk paling dominan dari hubungan internasional di kawasan tersebut khususnya di daratan asia tenggara. organisasi regional ini juga unik karena menggabungkan negara-negara dengan latar belakang agama, wilayah, bahasa, budaya, dan pengalaman kolonial yang berlainan satu sama lain.

dengan latar belakang sedemikian beragam dan dorongan kuat untuk membentuk sebuah pola hubungan internasional baru dan berbeda dengan apa yang terjadi di masa lalu serta ditengah ancaman komunis yang semakin kuat di vietnam, laos, dan kamboja sudah tentu memerlukan upaya luar biasa agar tujuan tersebut dapat terwujud. secara teoritis tentu upaya besar semacam ini hanya mungkin bila negara-negara ASEAN memiliki norma yang akan mengatur interaksi diantara mereka sendiri sedemikian rupa sehingga tidak lagi muncul ancaman perang di kalangan negara anggota.

Norma-norma yang diharapkan dapat mengatur dan akhirnya membentuk hubungan damai antara Negara anggota tidak mungkin lahir dengan sendirinya. Tetapi, melalui berbagai proses dan keputusan yang dikemudian hari menjadi pegangan bagi negara-negara anggota ASEAN. Salah satu norma terpenting tersebut adalah deklarasi kuala lumpur yang disepakati oleh kelima negara anggota. Dalam deklarasi tersebut antara lain disepakati bahwa ASEAN menentang penggunaan kekerasan dan mengutamakan jalan damai dalam mencegah dan menyelesaikan konflik yang timbul diantara negara anggota.

Upaya mencegah dan menyelesaikan konflik lewat jalan damai menjadi penting mengingat pengalaman sebelum dan sesudah pembentukan ASEAN. Politik konfrontasi yang dilancarkan soekarno sebelum ASEAN terbentuk sering dijadikan contoh betapa -penting menjadikan anti kekerasan sebagai mekanisme penyelesaian konflik di asia tenggara. Politik yang dilancarkan soekarno pada waktu itu sesungguhnya tidak kemudian mudah hilang dari ingatan negara-negara asean. Singapura secara khusus merupakan negara yang paling akut tingkat kecemasannya terhadap kemungkinan munculnya kembali indonesia yang agresif. Ukuran negaranya yang kecil serta banyaknya penduduk etnis cina membuat singapura merasa sebagai sebuah china town di tengah kawasan besar yang dihuni sebagian besar oleh orang-orang melayu.

Bayangan agresif indonesia belum sepenuhnya hilang kembali menghantui asean dengan retaknya hubungan malaysia dan philipina sebagai akibat dari krisis sabah. Pada mare 1968 sebuah harian di manila memuat berita tentang persiapan invasi ke sabah yang dilakukan oleh pasukan rahasia. Berita ini dengan cepat memicu krisis hubungan diplomasi philipina dengan malaysia. Asean sebagai sebuah organisasi regional yang baru dan belum berpengalaman sudah tentu grogi menghadapi konflik antarbangsa yang berlangsung diantara negara-negara anggota sendiri. Pada mulanya asean lebih memilih tidak memperdulikan persoalan tersebut dan berharap akan muncul penyelesaian di luar konteks asean. Namun, semakin lama krisis ini semakin mengancam keutuhan asean yang setahun dibentuk. Malaysia mulai mengeluarkan ancaman tidak akan hadir kembali dalam pertemuan-pertemuan asean selama philipina memanfaatkan pertemuan tersebut untuk membicarakan isu sabah. Memburuknya hubungan diplomatik di kalangan anggota asean memicunya untuk segera mengambil langkah menentukan.

Dalam bulan agustus dan desember 1968 negara-negara asean menyelenggarakan pertemuan untuk mengajak kedua negara yang sedang dilanda konflik agar mengurangi ketegangan. Tindakan awal asean ini segera membawa hasil yang dapat dijadikan jalan untuk meningkatkan upaya diplomasi. Sepanjang tahun 1969 asean kembali melakukan serangkaian pertemuan yang akhirnya dapat melunakkan philipina untuktidak lagi mempersoalkan isu sabah dalam pertemuan asean. Bahkan asean akhirnya dapat mempertemukan kedua negara yang berakhir pada dibukanya kembali hubungan diplomasi philipina dengan malaysia. Apa yang dilakukan asean dalam krisis sabah lebih merupakan upaya diplomasi yang difokuskan pada upaya mencegah perluasan krisis ke dalam bentuk yang tidak mereka kehendaki, yakni, penggunaan kekerasan sebagai jalan akhir mengatasi konflik. Deklarasi kuala lumpur pada 1971 merupakan upaya melembagakan norma yang mereka produksi dan pelajari dari krisis sabah diatas.

Isu lain yang ikut membentuk dan memperkuat pertumbuhan dan perkembangan aseanadalah posisinya sebagai organisasi regional. Isu ini sangat penting mengingat pada awal pembentukannya, dan sampai tingkat tertentu hingga saat ini, ada negara anggota yang sangat dekat dengan negara besar. Benyak orang mengetahui bahwa thailad dan philipina melalui seato dan hubungan bilateral relatif dekat dengan amerika. Posisi thailand yang sangat dekat dengan china dan hubungan lama philipina dengan amerika membuat kedua negara ini lebih banyak mendapatkan manfaat strategis dari hubungan mereka dengan amerika. Sementara malaysia dan singapura sebagai anggota negara persemakmuran di bawah pengaruh inggris dengan sendirinya relatif dekat dengan negara induk mereka. Diantara kelima negara anggota hanya indonesia yang dengan tegas menentang hubungan yang terlalu dekat dengan negara-negara barat bahkan cenderung mendukung gerakan non komunis. Hingga kini indoesia memang dikenal sangat ketat menjaga prinsip diplomasi bebas aktif dan menentang keterlibatan negara lain, khususnya negara besar, dalam urusan keamanan dikawasan asia tenggara.

Perbedaan visi dan pengalaman sejarah ini sudah tentu merupakan faktor penting yang ikut membentuk pertumbuhan asean. Pada dasarnya semua anggota menyadari sepenuhnya bahwa organisasi yang mereka bentuk tidak berada didalam wilayah yang vacuum, melainkan berada ditengah persaingan antara kekuatan barat dan timur yang setiap saat dapat menimbulkan dampak penting bagi kelangsungan organisasi yang sedang mereka bina. Sebagaimana dikatakan oleh perdana menteri malaysia saat itu, datuk husein onn bahwa persaingan negara-negara besar dapat menciptakan ketegangan bila mereka memaksakan kekuatan dan pengaruhnya terhadap negara lain.

Pengaruh negara-negara besar terhadap kawasan asean juga disadari oleh adam malik dengan menyatakan bahwa kawasan ini merupakan tempat bertemunya kepentingan negara-negara besar yang dampak politiknya terhadap negara-negara di kawasan ini tidak dapat dipungkiri. Sebaliknya, negara-negara kecil tidak mungkin memebgaruhi kehadiran negara-negara besar yang jauh lebih kuat. Akan tetapi, bila negara-negara asean dapat tetap menjaga dan memelihara kesatuan dan kerjasama, kelak asean pun akan mampu menyumbangkan pemikiran dan pendapat yang berkaitan dengan keseimbangan kekuaaan di kawasan ini.

Asean juga berusaha meneguhkan posisi mereka sebagai organisasi regional dengan mengembangkan apa yang kemudian dikenal sebagai zona perdamaian, kebebasan, dan netralitas atau zone of peace, freedom and neutrality (ZOPFAN), pernyataan tentang netralitas asean ini didasari pada keinginan negara-negara anggota, yang diprakarsai oleh malaysia, untuk menjaga netralitas asean dari campur tangan negara-negara luar. Dengan pernyataan ini, diharapkan negara-negara luar akan menghormatinya sebagai kawasan yang damai, bebas, dan netral oleh karenanya tidak memihak kepada negara lain mana pun. ZOPFAN juga didorong oleh keinginan kuat untuk meningkatkan otonominya sebagai organisasi regional yang mandiri dan tidak dikendalikan oleh kekuatan luar.

Sekalipun demikian, deklarasi ini dibuat ditengah kenyataan bahwa beberapa negara anggota belum sepenuhnya dapat memisahkan diri dari kerjasama keamanan dengan negara-negara baik karena alasan geografis maupun sejarah. Malaysia dan indonesia cenderung sebagai pendukung kuat terhadap deklarasi tersebut dan mengutamakan masa depan asean yang bebas dari pengaruh luar. Sementara singapura, thailand, dan philipina (kedua negara terakhir memiliki hubungan kerjasama keamanan formal dengan amerika serikat sedangkan singapura mendukung penuh campur tangan amerika serikat di kawasan asia tenggara jika sewaktu-waktu diperlukan) belum sepenuhnya dapat memisahkan diri dari kerjasama dengan negara-negara besar, khususnya amerika serikat. Bagi ketiga negara ini china bukan merupakan ancaman utama karena faktor etnis dan hubungan kerjasama keamanan mereka dengan amerika. Sementara bagi malaysia dan indonesia, dengan mengingat peran etnis china dalam peristiwa 1969 dan malaysia dan kudeta komunis di indonesia 1965, membuat kedua negara tersebut tetap khawatir terhadap china, melalui etnis china di kedua negara tersebut, setiap waktu akan berubah menjadi ancaman domestik yang tak mereka kehendaki. Perbedaan pendapat memang tidak mebgurangi makna deklarasi ZOPFAN, hanya pelaksanaan sepenuhnya dengan sendirinya tidak mungkin segera terwujud.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 April 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: