RSS

hubungan internasional ASEAN era perang dingin

11 Apr

hubungan internasional di asia tenggara pada era perang dingin ditandai dengan persaingan antara amerika dan uni soviet dalam memperebutkan pengaruh di kawasan tersebut. amerika menjalankan kebijakan pengepungan (containtment policy) untuk menahan gerakan komunis yang berkembang cepat di vietnam utara di bawah kepemimpinan ho chi minh.

pada awal dekade 50-an amerika menghadapi ancaman komunis di asia sebagai akibat dari kehadiran republik rakyat cina komunis tahun 1950 sebagai kekuatan komunis baru. sementara itu, amerika menyadari bahwa perancis tampaknya takkan berhasil mengakhiri perlawanan gerakan kemerdekaan vietnam yang didukung kekuatan nasionalis dan komunis. perancis yang pada waktu yang sama juga terlibat dalam perang kemerdekaan di aljazair, dan didukung amerika dalam bentuk uang, akhirnya harus mengakui kekalahan di vietnam dan bersedia berunding di geneva. tahun 1954 amerika ikut serta dalam konferensi geneva yang mengakhiri perang indocina pertama yang menghasilkan pembagian vietnam menjadi dua, yakni vietnam utara (komunis) dan vietnam selatan (non-komunis). hasil lain adalah republik demokrasi vietnam (komunis dan didukung china dan uni soviet) berkedudukan di hanoi. sementara saigon adalah ibukota pemeritahan nasional non komunis (didukung oleh amerika). di kemudian hari kedua kubu ini akhirnya berperang sebagai dampak dari persaingan amerika dan uni sovit.

diluar dugaan amerika, vietnam utara ternyata muncul sebagai pemenang. amerika memang gagal melancarkan politik pengepungan vietnam dan akhirnya memilih mengundurkan diri dari kawasan asia tenggara sejak 1957 hingga bush terpilih sebagai presiden dan mencanangkan perang global melawan terorisme pada akhir 2001.

untuk mengepung vietnam, yang didukung uni soviet dan cina, amerika membangun kekuatan gabungan dalam bentuk perjanjian yaitu antara negara-negara barat dan asia tenggara, yakni, SEATO. organisasi yang dibentuk tahun 1955 ini merupakan badan konsultasi dengan tujuan utama menghadapi komunis. pada tahun yang sama indonesia, yang tidak termasuk kedalam anggota SEATO, menggalang kekuatan dalam konferensi bandung tahun 1955. konferensi ini diawali dengan pertemuan antara india, indonesia, burma, pakistan, dan srilangka di kota colombo, sri langka setahun sebelumya dan ditindaklanjuti dengan pertemuan pada tahun yang sama di bogor.

pada pertemuan kedua ini disepakati bahwa pertemuan tahun berikutnya akan menggalang negara-negara dari asia dan afrika yang terdorong oleh semangat anti imperialisme. konferensi asia afrika ini dihadiri oleh tidak kurang dari dua puluh sembilan negara dari asia afrika, termasuk china, vietnam utara, vietnam selatan, thailand, philipina, indonesia, birma, laos dan kamboja. konferensi asia afrika 1955 merupakan prestasi soekarno yang berhasil menempatkan indonesia sebagai negra yang diperhitungkan dalam hubungan internasional saat itu. sedemikian pentingnya pengaruh konferensi bandung ini bagi indonesia sehingga indonesia dua kali memperingati konferensi bandung pada 1985 dan 2003.

sejak konferensi bandung, keterlibatan amerika di vietnam selatan semakin jauh sejalan dengan gerakan perlawanan vietnam utara yang semakin berusaha merebut saigon dari tangan pemerintahan non komunis vietnam selatan. sejak 1965 amerika mulai mengerahkan ratusan ribu tentaranya untuk menghadang pasukan vietnam utara. perang yang terus mengalami ekskalasi akhirnya menyebar ke laos dan kamboja. dalam situasi perang indocina yang terus berkecamuk sebuah kudeta militer terjadi di kamboja. pol pot yang didukung khmer merah mendongkel posisi pangeran sihanouk di kamboja. pol pot yang membaca kekuatan amerika segera menyatakan dii bergabung dengan amerika.

sementara itu, perang yang membuat sedemikian banyak korban jatuh di pihak amerika menyulut gerakan anti perang di amerika. gerakan ini berhasil menggulingkan presiden lyndon johnson dan segera digantikan oleh presiden nixon yang berjanji akan mengakhiri perang. tahun 1972 nixon berkunjung ke beijing dan tahun berikutnya amerika mulai menarik pasukannya dari vietnam selatan. tanpa dukungan amerika, pertahanan pasukan vietnam selatan mulai melemah hingga akhirnya saigon jatuh ke tangan komunis vietnam utara. saigon kemudian diubah namanya menjadi ho chi minh. sejak tahun 1975 secara bertahap pengaruh amerika di asia tenggara mulai berkurang.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 11 April 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

2 responses to “hubungan internasional ASEAN era perang dingin

  1. Yahya Ayassy

    20 April 2010 at 01:20

    Forza Gaza
    Allahuakbar

     
    • kakniam

      21 April 2010 at 11:17

      wah…hebat… hebat…
      tetep semangat…
      menentang penindasan ama penjajahan….

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: