RSS

otonomi regional ASEAN

08 Apr

hubungan beberapa negara anggota dengan negara-negara barat adalah hal yang tidak mungkin dipungkiri karena manfaat yangt diperoleh selama hubungan tersebut mereka pelihara, sebagai misal, baik thailand maupun philipina telah menjalin kerjasama keamanan dengan amerika jauh sebelum asean terbentuk. demikian pula malaysia dan singapura secara historis merupakan bagian dari negara persemakmuran di bawah inggris. sementara indonesia yang lahir dari revolusi menentang penjajah belanda tidak terikat dengan perjanjian keamanan dengan negara manapun termasuk belanda selaku bekas negara penjajah. oleh karena itu, secara alamiah indonesia senantiasa menentang pembentukan blok keamanan di ASEAN dan lebih cenderung untuk bersikap non blok.

perbedaan persepsi ini tidak mengurang motivasi tumbuhnya prinsip lain yang bersifat mendasar bagi pertumbuhan ASEAN yaitu, otonomi regional. pendukung utama otonomi regional memang indonesia sebagai dinyatakan oleh menteri luar negeri adam malik bahwa organisasi regional mesti menjadikan persoalan-persoalan regional sebagaimana perhatian utama mereka. penegasan ini dinyatakan adam malik sebagai upaya agar ASEAN tidak perlu menggantungkan diri pada negara-negara barat seperti amerika dan inggris. dengan demikan, ASEAN sebagai organisasi regional akan mampu mengembangkan dirinya sebagai organisasi yang tidak mudah dipermainkan oleh negara-negara besar.

walaupun demikan, semua anggota sepakat bahwa sebagai organisasi regional yang masih muda ASEAN tidak mungkin menolak sepenuhnya pengaruh negara-negara besardi kawasan asia tanggara. tetapi dalam kerangka sebagai organsasi, sebagaimana dikatakan lee kuan yew, negara-negara asean paling tidak meminta negara-negara besar untuk memerhatikan kepentingan mereka bukan sebagai negara tetapi sebagai organisasi regional. dengan demikian, asean dapat lebih leluasa menumbuhkan dan mengembangkan harapan mereka selaku organisasi otonom. adam malik juga menegaskan bahwa kerjasama asean mesti dilihat sebagai usaha sungguh-sungguh dari negara anggota untuk menyatakan posisi mereka serta menumbangkan bagi proses stabilisasi perimbangan kekuatan baru di kawasan asia tenggara.

disamping pertimbangan-pertimbangan internal yang tumbuh dari motivasi untuk memperkuat pelembagaan asean, prinsip otonomi regional juga dipengaruhi oleh perubahan-perubahan global yang mengarah pada kebutuhan masing-masing negara di kawasan asia tenggara untuk mengembangkan politik luar negeri mandiri dan tidak tergantung sepenuhnya pada dukungan negara-negara besar. sejak 1967 inggris telah mempersiapkan diri untuk menarik pasukannya dari timur tengah yang kemudian dilaksanakan pada tahun 1971. sementara itu, doktrin nixon tahun 1969 juga mengarah pada keharusan negara-negara asia tenggara untuk segera memikirkan urusan keamanan sesuai dengan kemampuan mereka sendiri.

dampak perubahan global ini mendorong negara-negara asean yang selama ini lebih dekat ke amerika seperti thailand dan philipina mulai mengembangkan politik luar negeri yang lebih mandiri dan lebih mementingkan kepentingan regional. sementara itu, malaysia dan singapura sebenarnya masih terikat pada perjanjian five power defence arrangements (FPDA) yang dibentuk 1971. tapi pada pertengahan 70-an akhirnya inggris dan australia menarik pasukannya sehingga melengkapi berakhirnya dominasi dan pengaruh militer barat selama beberapa ratus tahun terakhir di asia tenggara.

jatuhnya saigon (ho chi minh city) tahun 1975 merupakan pelajaran sangat berharga bagi asean. dalam pendangan adam malik ketergantungan militer pada negara besar lebih banyak mengandung resiko dan kerugian dibandingkan dengan manfaatnya bagi pertumbuhan bangsa yang masih labil. sementara itu, mohammad ghazali syafie menentang campur tangan pihak luar dalam menciptakan stabilitas internasional karena proses ini tidak mungkin dipaksakan dari luar. pernyataan ini secara tepat mencerminkan pengamatannya atas perkembangan mutakhir yang berlangsung di vietnam menjelang kejatuhan saigon.

alur pemikiran ini dipandang malaysia sesuai dengan kebutuhan asean yang kemudian, ewat tun abdul rozak perdana menteri malaysia tahun 1970, memunculkan gagasan netralisasi kawasan asia tenggara dalam bentuk zone of peace, freedom, and neutrality (ZOPFAN). deklarasi ZOPFAN tahun 1971 merupakan kompromi dari berbagai pendapat negara anggota asean khususnya indonesia dan malaysia. prakarsa netralisasi asean oleh malaysia dilatarbelakangi dengan pertimbangan politik domestik khusus kerusuhan berdarah di malaysia tahun 1969. konflik rasial ini dikhawatirkan berpotensi mengundang perhatian china karena banyaknya warga malaysia keturunan china.

malaysia berharap agar prinsip netralitas akan menghalangi china melakukan campur tangan terhadap urusan dalam negeri malaysia. sementara indonesia menterjemahkan netralitas sebagai netralitas asean dari kerjasam militer dengan negara-negara barat. padahal baik thailand maupun philipina belum siap menghentikan kerjasama keamanan dengan amerika. sementra malaysia dan singapura pun masih mempertahankan kerjasama militer dengan inggris, australia dan selandia baru dalam rangka FPDA. deklarasi ZOPFAN dengan demikan cenderung kompromis dan kabur untuk mewadahi berbagai perbedaan negara anggota. sekalipun demikian, indonesia dan malaysia semakin dekat dalam menegakkan prinsip otonomi dan menentang kehadiran negara-negara besar di asean. sebaliknya, posisi geografis singapura dan thailand merupakan alasan mengapa kedua negara tersebut tetap menghendaki kehadiran amerika di negara mereka. singapura belum sepenuhnya percaya terhadap tetangganya indonseia dan malaysia yang sedemikian besar dan kuat. sementara thailand senantiasa khawatir terhadap potensi agresi china.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 April 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: