RSS

ASEAN mengutamakan solusi damai

08 Apr

politik konfrontasi yang dilancarkan sukarni dan diakhiri oleh suhartu merupakan salah satu tonggak pembentukan norma hubungan antar negara yang tumbuh dari pengalaman sebelum ASEAN terbentuk. berakhirnya konfronrasi dan keikutsertaan indonesia dalam pembentukan ASEAN merupakan blessing in disguise bagi pembentukan norma hubungan antarnegara yang menentang penggunaan kekerasan (non use of force). walaupun konfrontasi menciptakan ketegangan regional luar biasa, keputusan soeharto untuk menghentikan konfrontasi melegakan negara-negara tetangga dan memuluskan jalan menuju pembentukan organisasi regional yang menentang prinsip penggunaan kekerasan dalam membangun hubungan dengan sesama anggota. disamping itu, pembentukan asean pada hakikatnya membuka jalan bagi indonesia untuk mendapatkan pengaruh tanpa harus menggunakan kekerasan.

apakah dengan dibentuknya asean merupakan jaminan berkurangnya agresifitas negara-negara anggota??

pertanyaan ini sudah tentu memerlukan jawaban pasti mengingat sebagai organisasi beru mustahi bagi asean menghapus berbagai perbedaan atau kecurigaan potensial yang ada pada masing-masing anggota. segera sesudah terbentuk muncul percobaan pertama yang cukup menyedot perhatian dan tenaga masing-masing anggota. persoalan awal yang mengiringi pertumbuhan asean adalah friksi diplomatik antara malaysia dan philipina. kasus sabah menjadi penyebab terputusnya hubungan diplomatik kedua negara.

konflik ini dipicu oleh pemberitaan di sebuah harian philipina yang menyatakan adanya latihan militer yang dimaksudkan untuk melakukan infiltrasi ke sabah, negara bagian malaysia. tentara philipina dikabarkan melatih prajurit-prajurit muslim di kawasan selatan untuk mencapai tujuan diatas. berita ini sudah tentu menimbulkan kemarahan di kalngan pemimpin malaysia. untuk beberapa bulan kemudian hubungan kedua negara sangat terganggu. malaysia mengancam untuk mundur dari asean sebagai akibat provokasi philipina tersebut.

konflik ini sudah tentu mengancam kelangsungan hiudup asean yang baru berumur enam bulan. perkembangan mengejutkan ini membuat negara anggota memilih menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi karena mereka tidak berharap asean dikorbankan untuk sebuah pertikaian yang mungkin masih dapat diselesaikan. mereka berharap agar solusi pertikaian ini dapat ditemukan diluar mekanisme asean sehingga menjamin kelangsungan organisasi regional yang masih sangat muda tersebut.

upaya bilateral yang dilakukan kedua negara tidak membuahkan hasil bahkan kedua negara menghentikan dukungan diplomatik. mengingat persoalannya sudah tidak  mungkin lagi dikendalikan asean melalui pertemuan di jakarta dan bangkok desember 1986 akhirnya sepakat menghimbau kedua negara untuk tidak lagi menyuarakan perbedaan pendapat mereka secara terbuka untuk menurunkan ketegangan hubungan politik kedua negara. tahun 1969 merupakan saat yang memberi harapan bagi kedua negara. sejak bulan maret pihak philipina telah menyatakan kesediaan untuk tidak lagi membicarakan isu sabah dalam pertemuan-pertemuan asean berikutnya.

kemudian pada mei 1960 kedua negara akhirnya bertemu. puncak harapan ini terwujud pada desember 1969 saat kedua negara sepakat untuk membuka kembali hubungan diplomatik yang terputus sejak 1968. kedua negara sangat menghargai keutuhan asean jauh lebih dari kepentingan mereka masing-masing. sudah tentu berakhirnya krisis sabah meningkatkan rasa percaya diri di kalangan negara anggota asean. cara asean mentelesaikan konflik sabah sangat unik karena mereka lebih melakukan upaya diplomasi, tekanan, dan pencegahan sedemikian rupa sehingga di kemudian hari rangkaian kegiatan ini dikenal sebagai the asean way, yaitu kebiasaan asean dalam menyelesaikan persoalan. perjanjian persahabatan dan kerjasama (treaty of amity and coorperation) yang ditandatangani di bali tahun 1976 merupakan pelembagaan norma dan kebiasaan asean dalam menyelesaikan persoalan yang muncul di antara negara anggota.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 April 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: