RSS

enam dekade politik luar negeri indonesia

31 Mar

sejak deklarasi kemerdekaan yang digaungkan pada 1945, indonesia sebagai suatu negara yang merdeka dan berdaulat serta anggota aktif masyarakat internasional telah ikut berkiprah dalam percaturan politik internasional. memasuki awal abad ke-21 ini, politik luar negeri indonesia (yang sering disingkat dengan polugri) telah melewati usia lebih dari enam puluh tahun; suatu masa pertumbuhan yang cukup lama dan tidak dapat dilewatkan begitu saja. pahit-getir dan gelombang pasang surut perjuangan para pionir indonesia di bidang diplomasi dan politik luar negeri telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan mereka di berbagai forum internasional untuk membela kepentingan nasional indonesia, sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan undang-undang dasar (UUD) 1945.menelaah politik luar negeri indonesia dalam rentang enam dekade dan dalam zaman yang silih berganti mengalami perubahan dan perkembangan memang merupakan suatu hal yang menarik. dalam enam dekade terakhir ini, tak pelak banyak hal yang telah dicapai, banyak pula hal yang masih perlu terus diperjuangkan dan hambatan yang dialami. pasang surut politik luar negeri indonesia yang dinamis ini seiring dengan perubahan dan perkembangan didalam kehidupan politik dalam negeri dan konstelasi politik internasional. perubahan yang terjadi di lingkungan domestik dan internasional tersebut saling berkelindan, yang pada gilirannya memberikan peluang sekaligus tantangan dalam formulasi kebijakan dalam pelaksanaan politik luar negeri indonesia. oleh karenanya, tidak berlebihan bila berbagai perubahan tersebut perlu ditanggapi dengan daya penyesuaian yang tepat, tidak saja pada sisi formulasi kebijakan politik luar negerinya, namun juga pada tataran implementasinya.

dapat kita lihat, misalnya, bagaimana pada akhir 1980-an setelah berakhirnya perang dingin diwarnai dengan perubahan yang signifikan dalam arena politik internasional, baik dalam kompleksitas permasalahan dan pelaku hubungan internasional. hal ini antara lain karena berakhirnya perang dingin telah memungkinkan munculnya isu-isu baru sebagai agenda internasional. isu mengenai politik dan keamanan masih sebagai agenda penting, meskipun bukan lagi terpenting seperti pada masa perang dingin. isu-isu baru seperti hak asasi manusia, lingkungan, kejahatan lintas nasional dan demokratisasi juga mulai memperoleh perhatian masyarakat internasional dan bahkan dianggap sebagai isu yang semakin penting dalam interaksi antar-negara.

hal yang menarik lainnya, tidak hanya kemunculan isu-isu baru, berakhirnya era perang dingin juga ditandai dengan kehadiran pelaku-pelaku baru dalam hubungan internasional. sebagaimana halnya negara, organisasi-organisasi non pemerintah (non-gonverment organizations, NGOs) dan perusahaan-perusahaan multinasional juga semakin berperan penting dalam interaksi global. namun, justru dalam arus perubahan itu telah terjadi perkembangan menarik di panggung internasional dengan segala implikasinya, tidak terkecuali indonesia. setelah berakhirnya perang dingin, telah terdapat kecenderungan kuat dalam kebijakan politik luar negeri indonesia untuk lebih memfokuskan pada multilateralisme melalui berbagai macam kerjasama regional di kawasan untuk mewujudkan kepentingan nasionalnya, seperti melalui asia pacific economic cooperation (APEC), ASEAN+3 dan east asia summit. pada sisi lain, indonesia sebagai anggota aktif masyarakat internasional juga semakin menunjukkan perhatiannya pada isu-isu transnasional yang menyentuh kepentingan nasionalnya, seperti lingkungan dan hak asasi manusia. hal ini dapat dilihat, misalnya, dari keikutsertaan indonesia dalam berbagai forum internasional yang membahas isu-isu tersebut. masih segar dalam ingatankita, indonesia merupakan peserta salah satu kongres yang diadakan oleh empat puluh negara asia di bangkok tanggal 22 april 1993 yang menghasilkan suatu deklarasi negara-negara asia tentang hak asasi manusia, yaitu bangkok declaration of human rights. dalam bidang lingkungan, indonesia juga menunjukkan perhatiannya melalui keikutsertaannya untuk menandatangani protokol kyoto yang membahas mengenai pemanasan global. bahkan indonesia menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan konferensi yang diadakan oleh badan PBB, united nations framework convention on climate change (UNFCC) mengenai perubahan iklim di bali pada 3-14 desember 2007. konferensi ini diikuti oleh sekitar sembilan ribu peserta dari 186 negara dan sekitar tiga ratus LSM internasional.

berangkat dari uraian diatas, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa arus perubahan dalam politik global telah menjadikan isu internasional semakin kompleks. pemahaman konstelasi politik dan kemampuan merespons secara tepat isu-isu yang ada sekarang dan di masa datang, sangat diperlukan oleh negara dalam formulasi dan implementasi kebijakan luar negerinya, tidak terkecuali indonesia.

karakteristik dan dimensi hubungan antar-negara yang juga menjadi rumit menuntut politik luar negeri indonesia untuk memiliki kemampuan adaptif, antisipatif, dan efektif yang berpijak pada kekuatan ide, pemikiran dan penuh prakarsa. kemampuan untuk melakukan hal-hal tersebut menjadi suatu keniscayaan, agar politik luar negeri indonesia terus berfungsi dengan optimal untuk memperjuangkan kepentingan nasional, dalam zaman yang terus mengalami perubahan dan perkembangan dangan pesat, baik ditataran domestik maupun internasional.menghadapi perkembangan dan perubahan tersebut diatas, indonesia mau tidak mau, suka dan tidak suka perlu secara terus menerus memperbarui perumusan dan pelaksanaan politik luar negerinya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Maret 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: