RSS

diplomasi soekarno hingga sby

31 Mar

memasuki usianya lebih enam dekade sejak almarhum presiden soekarno memproklamirkan kemerdekaan RI, patut diamati bahwa poltik luar negeri indonesia mencerminkan dinamika perubahan. kita tengok saja, misalnya pada masa-masa awal kemerdekaan, arah kebijakan politik luar negeri dan diplomatik indonesia lebih ditujukan untuk memperoleh pengakuan internasional atas proses dekolonisasi dan menentang segala macam bentuk penjajahan diatas dunia. untuk mewujudkan kepentingan nasionalnya tersebut, pemerintah indonesia secara cerdik menggunakan strategi penggalangan kekuatan internasional. meski ditilik dari berbagai aspek, indonesia berada pada posisi relatif lemah sejak awal masa kemerdekaan, namun kebijakan politik luar negerinya terus berusaha memainkan peranan yang relatif independen sesuai dengan prinsip idealnya yang bebas dan aktif.kenyataan ini sangat berbeda dengan kondisi sebagian besar negara lainnya di kawasan. filipina dan thailand, misalnya, terlibat dalam aliansi militer dengan salah satu kekuatan asing melalui the shouteast treaty organization (SEATO). pengikatan diri secara ideal kebijakan politik luar negeri indonesia yang bebas dan aktif juga dapat dilihat dari posisi indonesia atas konflik dua china. indonesia mengakui beijing dibanding taipei yang didukung kuat oleh amerika serikat. melihat kenyataan ini, tidak berlebihan dikatakan bahwa agenda politik luar negeri indonesia pada saat itu lebih banyak ditentukan oleh kepentingan politik domestik, daripada semata-mata mengikuti tekanan lingkungan internasional, pada waktu itu yang disominasi oleh dua kekuatan besar yang saling berseberangan secara ideologi, yaitu amerika serikat dan uni soviet.

ketika soeharto menggantikan soekarno pada 1966, politik luar negeri mengalami perubahan orientasi yang radikal. pada waktu pemerintahan sebelumnya, prioritas utama politik luar negeri indonesia lebih menitik beratkan pada masalah pengakuan kedaulatan dan penuntasan dekolonisasi, sementara pada pemerintahan orde baru di bawah soeharto lebih ditujukan pada tiga upaya pokok, yaitu pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik dan keamanan serta membendung sebaran pengaruh komunisme. berbagai alasan sering dikemukakan untuk menjelaskan penekanan aspek-aspek tersebut, salah satunya berkaitan dengan kondisi ekonomi domestik yang terabaikan. terpuruknya ekonomi nasional indonesia dapat dilihat, misalnya dari laju inflasi yang meroket mencapai sembilan ratus persen. memburuknya kondisi ekonomi dan terbatasnya kemampuan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ekonomi juga telah mempertajam konflik sosial politik dalam negari yang dibayangi dengan kuatnya pengaruh komunisme dalam arus politik di sejumlah wilayah indonesia, sehingga mobilitas sumberdaya dan dukungan internasional terhadap pembangunan ekonomi serta keutuhan negara dan negara merupakan hal yang mutlak dilakukan indonesia dalam diplomasinya di fora internasional.

secara perlahan, indonesia kemudian mampu bangkit kembali dari keterpurukan ekonomi. dengan dukungan keamanan dalam negeri yang stabil pada masa kepemimpinan soeharto selama 32 tahun, indonesia merupakan negara yang disegani sebagai salah satu macan negara industri baru di kawasan asia timur. sejalan dengan perbaikan yang terjadi dalam bidang ekonomi dan politik ini, terlihat kevenderungan semakin menguatnya indonesia untuk kembali iktu aktif dalam percaturan politik internasional. sebagaimana dikemukakan oleh gordon hein dalam tesis doktoralnya, sebagai berikut: “indonesia secara bertahap namun pasti mulai meninggalkan peran politik luar negeri low profil menjadi lebih assertive dan nasionalistik dalam menangani masalah-masalah internasional.”

setelah soharto lengser, kiprah politik luar negeri indonesia cenderung melemah. sejak krisis moneter 1997-1998 yang disusul dengan krisis multidimensi, orientasi dan konsentrasi indonesia cenderung ke urusan dalam negeri. politik luar negeri indonesia pasca-soeharto sengat berbeda dengan dua pemerintahan era sebelumnya. setelah era soeharto berlalu, politik luar negeri indonesia lebih difokuskan pada upaya memperbaiki citranasional yang memburuk di fora internasional. ditengah keterpurukan ekonomi indonesia terutama setelah berlangsungnya krisis ekonomi di kawasan tahun 1997-1998 dan situasi politik domestik yang didera dengan persoalan stabilitas keamanan dan separatisme di sebagian wilayah indonesia, tidaklah mengherankan apabila pemerintahan pasca-1998, yaitu bj.habibie, abdurrahman wahid, dan megawati gencar untuk memulihkan kredibilitas dan citra indonesia dimata internasional.

ketika susilo bambang yudhoyono terpilih sebagai presiden melalui suatu pemilihan langsung tahun 2004, yudhoyono mewarisi berbagai persoalan multidimensi akibat krisis ekonomi yang belum berhasil dituntaskan secara utuh oleh bj. habibie, abdurrahman wahid, dan megawati. tidaklah mengherankan apabila kemudian yudhoyono juga mengambil langkah sama dalam politik luar negerinya dengan para pemimpin reformasi era sebelumnya. fokus kebijakan dan diplomasi luar negeri yaitu pemulihan kembali citra indonesia. dalam keterkaitan ini, politik luar negeri setidaknya diharapkan mampu memainkan fungsinya untuk membentu pemulihan ekonomi, membantu menjaga keutuhan negara dan bangsa, mencegah internasionalisasi isu separatisme dan membangkitkan kembali rasa kebanggaan pada masyarakat yang mulai menipis rasa kepercayaan dirinya setelah krisis ekonomi 1997-1998.

meski seringnya frekuensi kunjungan dan perjalanan luar negeri oleh presiden susilo bambang yudhoyono tidak bisa dijadikan ukuran, namun hal tersebut dapat merupakan salah satu indikator dari ipaya diplomasi politik luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah indonesia untuk mewujudkan kepentingan nasionalnya. pemerintahan susilo bambang yudhoyono sangat sadar bahwa keterbatasan kemampuan ekonomi menjadikan dukungan ekonomi internasional terhadap pembangunan indonesia merupakan sesuatu hal yang penting. kepiawaian berdiplomasi sangat dibutuhkan untuk menarik kembali investasi asing yang masih enggan masuk, yang salah satu alasannya karena terus tidak kondusifnya kondisi kepastian hukum dan keamanan dalam negeri indonesia. namun, kepiawaian berdiplomasi untuk meningkatkan citra indonesia tidak akan berhasil dengan maksimal tanpa didukung oleh hadirnya situasi dalam negeri yang kondusif, termasuk diantaranya adalah adanya penghormatan atas HAM dan penegakan hukum. oleh karena itu, tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa ada keterkaitan yang erat antara situasi dalam negeri dengan politik luar negeri. pada sisi lain, tidak dapat dikesampingkan pula membaiknya reputasi dan kredibilitas indonesia sebagai negara demokrasi merupakan suatu modalitas yang dapat digunakan indonesia untuk merevitalisasi pengaruh dan peran strategisnya di panggung regional dan global seperti yang pernah dilakukan pada era kepemimpinan soekarno dan soeharto.

sebagaimana halnya soeharto, pemerintahan pasca 1998 termasuk juga presiden susilo bambang yudhoyono mengupayakan politik luar neheri indonesia agar mampu mencapai kepentingan nasional, yang salah satunya dengan memobilisasi sumber daya dari luar untuk membiayai pembangunan ekonomi yang terpuruk sebagai dampak krisis ekonomi kawasan yahin 1997 dengan memusatkan perhatian pada negara-negara donor. pilihan yang mengutamakan pada negara donor seringkali harus mengesampingkan pada prinsip interpendensi. sebaliknya, pilihan yang mengutamakan pada interpendensi akan mengorbankan pembangunan. suatu pilihan yang sulit dalam formulasi kebijakan luar negeri indonesia yang sering terjebak pada persoalan menjunjung tinggi prinsip kemandirian pada satu sisi dan ketergantungan pada sisi lainnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Maret 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: