RSS

hubungan diplomatik dan konsuler

21 Mar

semenjak lahirnya negara-negara di dunia, semenjak itu pula berkembang prinsip-prinsip hubungan internasional, hukum internasional dan diplomasi. dalam hubungannya satu sama lain negara-negara mebngirim utusan-utusannya untuk berunding dengan negara lain dalam rangka memperjuangkan dan mengamankan kepentingannya masing-masing disamping mengupayakan terwujudnya kepentingan bersama.

cara-cara dan bentuk-bentuk yang dilakukan dalam pendekatan dan berunding dengan negara lain untuk mengembangkan hubungan tersebut dinamakan diplomasi yang dilaksanakan olehpara diplomat. selanjutnya pembukaan dan pemeliharaan hubungan diplomatik dengan negara lain, atas dasar kesamaan hak, merupakan manifestasi nyata dari suatu kedaulatan negara. sebagai entitas yang merdeka dan berdaulat, negara-negara saling mengirimkan wakilnya ke ibukota begara lain, merundingkan hal-hal yang merupakan kepentingan bersama, mengembangkan hubungan, mencegah kesalah pahaman atau menghindari terjadinya sengketa. perundinga-perundingan ini biasanya dipimpin oleh seorang utusan yang dinamakan duta besar.

sebelumnya duta besar tidak mem[unyai status permanen dalam arti bahwa dia diutus ke suatu negara hanya untuk tugas-tugas tertentu dan kembali ke negaranya segera setelah tugasnya selesai. barulah pada abad ke-15 berkembang praktek perwakilan tetap di suatu negara. duta besar tidak langsung kembali ke negerinya setelah menyelesaikan tugasnya di suatu negara asing tetapi tetap tinggal disana sampai suatu jangka waktu.

bila masa tugasnya telah selesai, duta besar tersebut kembali ke negerinya sedangkan kantor perwakilannya tetap berfungsi dan tidak ditutup. itulah yang dinamakan perwakilan tetap sedangkan duta besarnya dapat silih berganti. perwakilan-perwakilan diplomatiktetap ini pada mulanya berkembang di citystates italia pada abad ke-15 seperti  milan, venesia, genoa, dan florence. bahkan sudah ada di antara city-states tersebut mempunyai resudent ambassador di luar italia. venesia misalnya, mulai tahun 1748 telah mempunyai resident ambassador di perancis. demikian juga mulai tahun 1490-an milan telah mempunyai resudent ambassador di spanyol dan inggris.

ada sejumlah faktor yang mendukung didirikannya perwakilan-perwakilan tetap ini. intensitas kegiatan antara city-states pada waktu itu menyebabkan pengiriman duta besar secvara okasional tidak lagi memadai. masalah keamanan dan faktor ekonomi juga telah mendorong negara-negara kota tersebut untuk membuka perwakilan tetap dan tidak lagi mengirim utusan-utusan untuk setiap kegiatan atau masalah. melembagakan perwakilan tetap dan duta besarnya merupakan manifestasi kesadaran yang meningkat bahwa diplomasi akan lebih berdaya-guna bila dilaksanakan secara berkesinambungan dan bukan secara periodik.

selanjutnya praktek perwakilan tetap ini baru berkembang di negara-negara eropa pada pertengahan abad ke-17 setelah treaty of weatphalia pada tahun 1648. di samping itu di prancis atas prakarsa cardinal richelieu, perdana menteri dan penasihat diplomatik raja louis xiii pada tahun 1626 mendirikan suatu lembaga yang berada di bawah kantor perdana menteri yang kemudian diberi nama kementrian luar negeri. prakarsa ini juga selanjutnya diikuti oleh negara-negara lainnya di eropa.

dalam hubungan diplomatik ini ada aspek yuridik yang perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu terdapatnya wewenang konkurensial dua negara di atas wilayah yang sama. di suatu negara dimana terdapat semua pelayana umum yang selanjutnya berada dibawah tekanan kedaulatan tersebut juga berfungsi aspek-aspek tertentu layanan umum negara lain. masalah yang ditimbulkan wewenang konkurensial ini cukup berat karena dunia dewasa ini diisi oleh negara-negara yang bukan saja mempunyai sistem politik, ekonomi, dan sosial yang saling berbeda, tetapi juga terdiri dari  bekas negara-negara kolonial tersebut.

hubungan diplomatik memang diperlukan untuk memperkuat tali persahabatan dan kerjasama antar bangsa, tetapi juga dapat menjadi alat negara-negara kuat untuk menekan negara-negara kecil. selanjutnya keanekaragaman subjek hukum internasional meningkatkan lagi kompleksitas masalah-masalah yang ditimbulkan oleh hubungan diplomatik. sebagai contoh negara tuan rumah organisasi internasional bukan saja harus mentolerir keadaan perwakilan negara-negara lain yang diakreditasikan kepada organisasi internasional tersebut. tetapi juga gerakan-gerakan pembebasan nasional atau organisasi-organisasi internasional lainnya.

akan timbul permasalahan bila negara tuan rumah tidak menhakui negara atau gerakan yang membuka misi -misi tetap itu. dengan negara setempat bergantung sepenuhnya dari kemauan baik negara yang bersangkutan.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Maret 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

2 responses to “hubungan diplomatik dan konsuler

  1. erLys septiana

    23 Juli 2009 at 06:46

    makasi,,,

     
  2. anggi murdani setiawan

    30 Oktober 2010 at 04:24

    wah, gut bgt

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: