RSS

diplomasi dan politik luar negeri

28 Apr

Politik luar negeri ditujukan untuk memajukan dan melindungi kepentingan Negara, sedangkan fungsi utama diplomasi adalah melindungi dan memajukan kepentingan nasional. Untuk itu, setiap bangsa harus menentukan sendiri sikapnya terhadap bangsa lain, dan juga harus menentukan arah tindakan yang akan diambil dan dicapai dalam urusan internasional.

Sesuai dengan fungsi utama dari politik luar negeri, yaitu mengambil keputusan mengenai hubungan luar negeri, maka tugas utama diplomasi adalah untuk melaksanakannya dengan tepat dan efektif. Straus-hupe dan possony sebagaimana dikutip dalam bukunya samendra, roy, diplomasi, mengatakan:

Politik luar negeri dapat dibagi kedalam dua kategori yaitu keputusan dan pelaksanaan. Perumusan politik yang berkitan dengan hubungan luar negeri dan pelaksanaannya termasuk dalam kategori politik luar negeri.

Menurut sumaryo suryokusumo, diplomasi adalah kegiatan politik dan merupakan kegiatan intenasional yang saling berpengaruh dan kompleks, dengan melibatkan pemerintah dan organisasi internasional untuk mencapa tujuan-tujuannya, melalui perwakilan diplomatik atau organ-organ lainnya. Diplomasi meupakan pengetahuan dan seni yang bersifat individual dan sosial. Diplomasi berbicara tentang sejarah, sistem, filsafat dalam politik, kebudayaan, kepentingan ekonomi, dan nilai-nilai etis dari anggota masyarakat dunia. Para diplomat mebuat laporan analisis yang dikirim ke kantor kementrian luar negerinya mengenai masalah yang menjadi data penting dalam perumusan kebijakan luar negeri.

Hubungan antara diplomasi dan kebijakan luar negeri adalah untuk membentuk dan menciptakan peran suatu negara di panggung politik dunia. Selain itu, tugas utama diplomasi adalah dapat memahamai dan bertindak dengan cepat dalam memperjuangkan kepentingan negaranya, khususnya di negara dimana ia ditempatkan.

Sementara itu, menurut sir victor wellesley, diplomasi bukan suatu kebijakan, melainkan upaya untuk memberikan pengaruh terhadap kebijakan atau pandangan Negara lain. Kebijakan tersebut adalah suatu kebijakan untuk menetapkan strategi, diplomasi, dan taktik.

Selanjtnya, menurut nicholas, kualitas dan keberhasilan politik luar negeri tidak tergantung pada tujuan yang abstrak melainkan pada pelaksanaan diplomasi yang nyata melalui berbagai cara yaitu dengan menyebarluaskan kebijakan yang diambil, menjelaskannya, dan merundingkan persetujaun-persetujuan yang enjamin keamana negara, baik perang maupun damai.

Diplomasi berusaha menciptkan kesesuaian dan mendamaikan perbedaan-perbedaan dengan melakukan negosiasi dan mediasi antar negara dengan baik dan cerdik. Dalam hal ini, diplomasi indonesia menerapkan pola “intermestik“, yaitu diplomasi yang menyuarakan kepentingan nasional ke masyarakat internasional, dan mengomunikasikan perkembangan-perkembangan dalam negeri ke dunia internasional. Komunikasi dalam negeri bertujuan untuk membentengi kepentingan nasional serta mengambil langkan antisipatif dalam menghadapi arus tuntutan dunia.

Salah satu pelaku yang melaksanakan diplomasi adalah diplomat. Fungsi utama diplomat adalah mewakili negara pengirim di negara penerima, dalam organisasi-organisasi dunia dan forum-forum internasional. Para diplomat dengan daya tarik dankeahliannya dalam melakukan advokasi guna memengaruhi pengambil keputusan di negara penerima, dan terhadap diplomat lainnya sehingga pendekatan dapat dicapai guna membantu peningkatan hubungan antarnegara pengirim dan negara penerima.

Tugas utama seorang diplomat juga untuk mendapatkan data dan melaporkan informasinya ke negara pengirim. Para diplomat mengirimkan informasi tentang gambaran situasi (sikap negara tuan rumah, kekuatan, kelemahan, aspirasi, dan lain-lain) yang dijadikan dasar bagi para eksekutif negara tuan rumah untuk membuat kebijakan hubungan luar negerinya. Dengan seleksi dan evaluasi data dan informasi yang diperoleh secara sah sesuai dengan hukum dan kebiasaan internasional dilaporkan kepada pemeintahnya, maka akan menjadi masukan sebagai bahan pertimbangan para pembuat keputusan agar lebih efektif dalam menyusun kebijakan-kebijakan nasional.

Dalam era globalisasi dewasa ini, seorang diplomat harus mampu menggunakan seluruh bakat keahliannya untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan negaranya. Andaikata perang dideklarasikan, diplomat bertugas untuk meyakinkan negara-negara lain yang netral mengenai justifikasi tindakan politik tersebut. Kegagalan untuk memanfaatkan keuntungan-keuntungan yang unik dari proses-proses diplomatik akan menyebabkan negara kehilangan keuntungan-keuntungan yag dapat diperoleh, sedangkan diplomasi yang baik bisa mengurangi kerugian ataupun kekurangan misalnya kelemahan suatu negara yang berada ditengah percaturan global yang didominasi oleh politik kekuatan negara-negara adidaya.

About these ads
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 28 April 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

One response to “diplomasi dan politik luar negeri

  1. kuncen merapi

    11 Februari 2011 at 11:45

    materinya kurang lengkap

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: